Arsip Tag: bank syariah

Langkah-langkah Berkebun Emas

Sebelum berkebun emas, pastikan Anda membeli emas yang berkualitas. Sebaiknya emas yang akan Anda investasikan berbentuk emas batangan berkadar 24 karat dengan tingkat kemurnian 99,99% dan bersertifikat. Anda dapat memperoleh emas ini di unit Logam Mulia PT AnekaTambang (ANTAM) atau di toko-toko emas besar di kota Anda.

Saya akan menjelaskan langkah-langkah berkebun emas. Tapi sebelumnya perlu diingat, harga emas cenderung fluktuatif dan angka-angka dalam perhitungan berikut hanya merupakan contoh. Jadi, saya hanya akan menggunakan beberapa asumsi untuk menjelaskan cara berkebun emas guna memudahkan pemahaman pembaca terhadap langkah-langkahnya.

Berdasarkan asumsi tersebut, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menggunakan uang Anda untuk membeli 10 gram emas. Jadi, sisa uang Anda setelah membeli emas adalah Rp1.212.000.

Setelah itu, bawalah emas Anda untuk digadaikan di bank syariah. Proses gadai sangat cepat, tidak seperti ketika Anda mengurus KPR. Anda cukup membawa KTP dan emas yang ingin Anda gadaikan. Proses ini hanya memakan waktu 10-15 menit.

Misalkan Anda mengambil pinjaman dengan gadai emas sebesar 80%. Maka, Anda akan memperoleh uang pinjaman sebesar Rp2.584.000. Kemudian, biasanya Anda akan ditawari untuk membuka tabungan. Tidak ada salahnya menerima tawaran ini karena tabungan akan b( rguna di langkah berikutnya.

Adapun jangka waktu gadai maksimum 4 bulan. Ketentuan ini berlaku di mana pun. Namun, jangka waktu ini bisa diperpanjang. Di samping itu, gadai tidak seperti KPR, yang membebankan cicilan setiap bulan berupa pembayaran pokok dan bunga.

Di pegadaian konvensional, Anda hanya dikenai bunga yang biasanya dibebankan di masa akhir gadai. Jadi, pada bulan ke-4, Anda memiliki kewajiban untuk membayar bunga dan utang pokok senilai Rp2.584.000. Seandainya Anda belum mempunyai uang untuk melunasi utang pokoktersebut, proses gadai dapat diperpanjang 4 bulan lagi. Dan, tidak ada batas untuk perpanjangan ini. Anda bisa terus memperpanjangnya hingga seumur hidup.

Pada bank syariah, bunga dianggap riba sehingga di­haramkan. Namun sebagai gantinya, Anda dikenakan biaya titip, yaitu bentuk kompensasi untuk bank dalam menjaga emas Anda. Lalu, apa bedanya bunga dengan biaya penitipan? Bunga dihitung dari pinjaman (nilai utang), sementara biaya titip dihitung berdasarkan benda yang dijaminkan (emas). Di BRI Syariah, misalnya, besarnya biaya titip yang diberlakukan untuk pinjaman sebesar 80% adalah Rp3.300 per gram per bulan. Jadi, biaya titip untuk gadai 10 gram adalah Rp33.000 per bulan*.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jangka waktu gadai maksimum hanya 4 bulan. Namun, bukan berarti Anda harus bolak-balik ke bank setiap 4 bulan hanya untuk memperpanjang gadai. Kita bisa menyiasati agar ada perpanjangan otomatis untuk satu tahun. Syaratnya, Anda harus memiliki rekening di bank syariah yang bersangkutan.

Caranya, hitunglah biaya titip untuk satu tahun (Rp33.000 x 12 bulan = Rp396.000). Simpan uang tersebut di tabungan Anda, lalu minta bank untuk mendebit otomatis pada saat gadai Anda jatuh tempo-sama saja seperti deposito roll-over. Cara ini hanya memungkinkan untukdilakukan di bank syariah, tidak di pegadaian.

Uang titip yang Anda simpan di tabungan tersebut diambil dari sisa uang Anda setelah membeli emas. Jadi, perhitungannya seperti ini: Rp1.212.000 – Rp396.000 = Rp816.000

Kini, uang yang ada di tangan Anda sebesar Rp816.000, sementara dari hasil gadai emas, Anda mendapatkan pinjaman Rp2.584.000. Jadi, setelah uang tersebut digabungkan, Anda memiliki uang sebesar Rp3.400.000, yang cukup untuk pem­belian emas kedua seberat 10 gram.

Jangan gadaikan emas terakhir di tangan Anda sebelum Anda punya cukup uang untuk dana tambahan pembelian emas berikutnya beserta biaya titip per tahun. Contohnya, dalam kasus ini, Anda membutuhkan Rp1.212.000 untuk pembelian emas ketiga; Rp816.000 untuk dana tambahan dan Rp396.000 untuk biaya titip. Ketentuan ini berlaku pula untuk pembelian emas berikutnya.

Lima langkah ini hanya merupakan contoh, bukan batasan mutlak. Anda bisa melakukan langkah tersebut secara berulang, sesuai dengan kemampuan Anda. Jarak antar-langkah juga bergantung pada kondisi finansial Anda. Mungkin saja setahun, sebulan, seminggu, atau bahkan sehari.

Keuntungan bank-sebagai pihak yang membayar lebih banyak dalam pembelian emas-berasal dari biaya titip. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memilih bank syariah dengan biaya titip yang rendah, walaupun nilai pinjamannya tidak besar.

Memang, sebagai konsekuensinya, Anda harus me­nyediakan dana lebih banyak untuk membeli emas berikutnya. Tapi jangan anggap ini sebagai kerugian. Karena, semakin kecil jumlah pinjaman yang Anda ambil, semakin sedikit pula jumlah utang yang harus dibayarkan. Sebaliknya, jika Anda mengambil pinjaman yang besar, utang Anda pun akan semakin menumpuk. Belum lagi biaya titip yang dibebankan akan semakin besar.

Saya sangat menyarankan agar Anda memilih bank syariah yang biaya titipnya tidak melebihi satu persen dari harga emas pasaran. Contohnya, Rp3.200 merupakan biaya titip yang cocok untuk harga emas pasaran Rp340.000. Dengan begitu, meskipun harga emas hanya naik 15-20%, kenaikan tersebut tetap lebih tinggi daripada biaya titip yang Anda keluarkan.

Di beberapa bank syariah, berapa pun pinjaman yang Anda ambil, biaya titip yang berlaku tetap sama. Karena, biaya titip ini dihitung berdasarkan emas yang digadaikan, bukan dari nilai pinjaman. Akan tetapi, ada beberapa bank yang lebih fleksibel, seperti BRI Syariah. Pinjaman yang mereka tawarkan bisa mencapai 93% dengan biaya titip Rp3.765 per gram per bulan. Tapi jika Anda tidak mengambil pinjaman maksimal­hanya 80%, misalnya-akan ada diskon biaya titip menjadi Rp3.300.

“Bagaimana kalau sudah satu tahun? Apakah kita harus menambah biaya titipnya?”

Tentu saja. Setelah satu tahun, kita harus mempersiapkan tambahan biaya titip untuk memperpanjang masa gadai pada tahun berikutnya. Namun, berdasarkan pengalaman saya sejak 2007, emas yang kita investasikan bisa “membiayai dirinya sendiri”: .

Misalkan pada contoh sebelumnya, Anda menggadaikan emas dengan NTE sebesar Rp2.584.000. Bisa saja masa gadai baru berjalan 4 bulan, NTE sudah berubah. Alhasil, pada saat memperpanjang masagadai, bankakan memberikan kelebihan pinjaman berdasarkan selisih NTE tersebut. Jangan gunakan uang ini, tetapi simpanlah untuk menambah biaya titip tahun berikutnya.

Gadai

Pada dasarnya, “gadai” identik dengan menjaminkan barang berharga yang kita miliki untuk mendapatkan sejumlah uang. Dan, biasanya, transaksi gadai dilakukan di pegadaian. Tapi perlu Anda ketahui, saat ini pegadaian bukan merupakan pilihan satu-satunya. Anda juga bisa meminjam uang dari bank syariah dengan cara serupa. Syaratnya, barang berharga yang Anda jaminkan harus berupa emas.

Dengan masuknya bank syariah ke bisnis gadai emas, timbullah kompetisi antar-lembaga yang menyebabkan turun­nya biaya gadai. Biaya gadai yang semakin murah pun kontan membuat masyarakat menjadi pihak yang diuntungkan.

Karena adanya kendala teknis-kurangnya SDM sebagai juru taksir, misalnya-produk gadai emas belum bisa diterapkan di seluruh bank syariah. Namun, beberapa bank syariah terbesar seperti BRI Syariah sudah mulai menawarkan produk ini di setiap cabangnya.

Kenapa kita berbicara tentang “gadai”? Karena, cara ini merupakan instrumen utama dalam metode Kebun Emas. Sistem gadai akan sangat berperan untuk me-leverage atau mengangkat daya beli Anda terhadap emas. Anda hanya butuh dana yang relatif minim untuk mendapatkan emas yang Anda inginkan.

Berinvestasi ala Kebun Emas Indonesia

Berinvestasi emas bisa dilakukan oleh siapa pun dan di mana pun. Bukan hanya orang dengan banyak uang yang bisa membeli emas. Anda pun bisa membeli emas dari satuan yang paling kecil-0,5 gram, misalnya. Sesuaikan saja dengan modal yang Anda miliki.

Emas juga bukan merupakan barang langka sehingga Anda bisa membelinya di mana pun. Baik di toko emas, pegadaian, maupun bank syariah.

Pada bagian sebelumnya, kita telah membahas cara berinvestasi emas dengan metode klasik, yaitu dengan membeli emas dan menyimpannya, kemudian menjualnya begitu harga emas naik.

Nah, kini, saya menawarkan metode berinvestasi emas dengan cara yang tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya. Metode ini saya beri nama kebun emas. Jangan pernah membayangkan kebun emas itu kita bercocok tanam di sebuah ladang dan berbuah emas. Salah besar! Namun, ketika kita mempraktikkan metode investasi emas ini, memang benar, kita akan memetik emas yang berlimpah. Pada dasarnya, kebun emas adalah metode investasi emas dengan memanfaatkan instrumen gadai.